Buat my first postingan, aku mau kasih cerpen buatan aku . Buat pecinta K-Pop, mungkin bakalan bertanya-tanya "Lho, kok kayaknya aku kenal deh ama jalan cerita ini cerpen ??" Ya kenal lah . lah wong aku dapet inspirasinya dari salah satu Video Clip artis Korea . hehehe
Cerpen ini juga udah pernah diposting di blog Portal Novel . *Psstt itu blog favorit aku loh* *curcol -_-*
Ya udah deh. Dari pada berlama-lama, mendingan langsung baca aja okeh ! silahkan dinikmatiii ^^ *emangnya makanan -_-* O iya, jangan lupa comennya yah ! :D
Salahkah Aku ?
Salahkah bila ku menyukainya ?
Sang itik kecil ..
Yang selalu berada ditengah
gelap malam
Yang selalu berharap sang
bintang akan melihat dan merasakan apa yang sedang dirasakannya sekarang ..
---------------------------------------------------------------------------------------------
“Puisi lo
bagus-bagus ya Dann . Copas dari mana lo ?”
“Beuh ! Sotoy lo
Marr . Su’udzon banget sih jadi manusia . ckckck -.- “
“Hehee .. kalau
nggak su’udzon, nggak bakalan jadi manusia Dann .”
“Kalimat gila
aliran mana tuh yang lo comot . Kita tuh, sebagai manusia yang baik dan benar,
harus menghargai karya orang lain tau nggak . Bukannya ngejatuhin gitu.”
“Hohoho mulai deh
mbak-mbak jamu ngasih ceramah . Biasa aja kali’ neng .”
“Iiiiihh … !!! Lo
tuh ya Merr . Dari dulu nggak berubah-berubah ! Nyolot terus kalau gue
nasihatin .”
“Iya iya deeehh ..
Gue dengerin .. Jangan cemberut dong chay .”
“Chay Chay .
Emangnya gue Capchay apa lo panggil chay-chay . ckckckck”
“Iya iya deh . Ih,
salah mulu ah gue . Jangan marah dong Danne sayaaaanggg ..”
“Hehe Sejak kapan
gue bisa marah sama lo Marry jeleeekk .. Weekk !!! Hahahaha”
“Ih ! Gila lo Dann
! Air susu dibalas air tuba ! gue muji lo eh lo kok malah balik ngatain gue !
sini kepala lo ya . Gue jitak baru tau rasa lo ! Hahahaha”
“Ya udah nih
kepala gue . Jitak aja kalo lo bisa nangkep gue Marry Jeleeeekkkk Hahaha”
“Ya ampun nih anak
. Nantang lo ya ! Siap-siap aja lo babak belur ditangan gue !”
“Waaaaaaa ..
Jangan Marry … !!! Aqika Atuuttttt .. Hahahaha Kabur duluuuuu”
“Kurang ajar lo
Dann ! woi tunggu ! Jangan Kabur lo ya ! Hahaha”
---------------------------------------------------------------------------------------------
Danne dan Marry .
Dua anak manusia
yang berteman sejak mereka baru dilahirkan kedunia ini .
Hingga sekarang .
Saat umur mereka telah mencapai 23 tahun .
Danne yang lembut
dan rapuh sangat berkebalikan dengan Marry yang tomboy dan kuat .
Nama mereka
diambil dari dua nama bunga . Dua bunga yang indah . Dua bunga yang cantik .
Bunga Matahari .
Dan Bunga Dandelion .
---------------------------------------------------------------------------------------------
“Marry, angin nya
lembut ya .”
Begitulah
kata-kata Danne saat kami sedang berbaring dipadang rumput dibelakang villa
nenekku . Kami saat ini sedang cuti .
Kabur dari
tumpukan berkas-berkas mengerikan dikantor. Sebenarnya yang cuti hanya aku saja
. sedangkan Danne, dia kan anak pemilik saham terbesar dikantorku bekerja .
Jadi dia tidak
bekerja. Apalagi ditambah dengan kondisi tubuhnya yang rapuh itu. Benar-benar
tidak memungkinkan untuk bekerja. Danne mengusulkan untuk liburan ke villa
nenekku saja . Aku sih setuju-setuju saja asal Danne senang .
Dari kecil tubuh
Danne memang sangat rapuh , berkebalikan dengan tubuhku yang montok dan sehat .
Bahkan saat dia baru dilahirkan saja Danne langsung dimasukkan ke Inkubator .
Sedangkan aku, kata mama saat baru dilahirkan saja aku langsung minta susu .
ckckck -.- memalukan memang kadang-kadang . hehe
“Marry, anginnya
lembut ya . lo lagi mikirin apa sih ? sampai-sampai nggak denger gue ngomong
dari tadi .”
Omelan Danne
mengintrupsi lamunan memalukanku yang aneh .
“Nggak ah, Cuma
lagi inget waktu kita masih kecil aja .”
“Oo .. Eh Marr,
kapan ya kita punya suami ??”
“Ih, kejauhan neng
. Boro-boro suami . pacar aja nggak punya . ckck -.-“
“Hehee iya ya Merr
. lo juga nggak pernah punya pacarkan ? Ma’afin gue yah . Karena selalu jagain
gue, lo jadi nggak pernah punya pacar .”
“Ih, nggak apa-apa
kali’ . gue sih seneng-seneng aja . yang penting lo nggak apa-apa aja itu udah
buat gue seneng kok . jadi, jangan ngerasa bersalah ya Danne sayang”
Jawabku sambil
tersenyum lembut menatap wajah rapuhnya yang cantik . Diapun hanya tersenyum
mendengar jawabanku .
“O iya Marr . Lo
udah denger belom . Besok CEO kita bakalan ganti lho !”
“Iya gue udah
denger kok . Bakalan diganti sama anaknya yang baru pulang dari Inggris itu kan
.” Jawabku tidak terlalu antusias . tetapi sa’at kuperhatikan wajah Danne,
terlihat dia begitu antusias . Matanya saja sampai berbinar-binar gitu .
“Iya iya ! Bener lo
Marr ! Lo tau nggak, kata papa gue, Tuan Relon itu guanteng banget lho !
Hidungnya mancung .. Bibirnya tipis .. matanya biru .. biruuu banget ! Trus
trus lagi tuh ya,”
“Aaaaahh ..
udah-udah ! Males banget deh dengerin lo ngomong gitu tau nggak . Lo mah
dibohongin kali’ sama papa lo . Lo nggak lihat apa, bapak nya aja jelek gitu .
Masa anaknya ganteng kayak malaikat . ada-ada aja deh lo ah . -.-“
“Iiiihh .. lo kok
nggak percaya sama gue sih Marr .. !!! Ih, ga’ seru lo ah .”
“Terserah gue
doooonnkkk .. Trus, kalau gue nggak seru, gue harus bilang wuoooww gitu ?!
Weekk !! Hahaha”
“IIiiiiihhhhhhhh
…. !!!!!!!! Marry nyebelin banget deh ! Sini lo gue jitak !”
“Jitak aja kalau
bisa ! Gue mah mau kabur dulu ! Hahaha”
“Marry
Nyebeliiinnnnn … !!!!!!!!!!”
Dan, topik tentang
Tuan Relon yang gantengnya selangitpun terlupakan .
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa hari
kemudian, aku pun masuk kerja lagi seperti biasa .
Hari ini aku
berangkat ke kantorku lebih pagi . Karena ada sesuatu yang harus ku kerjakan .
Karena itulah saat aku memarkirkan mobilku, parkiran masih tampak lengang .
Hingga tanpa sengaja wajahku tertoleh ke arah kanan, dan tubuhku langsung
terpaku saat dihadapkan dengan pemandangan yang benar-benar bagus didepanku .
Tampak seorang
laki-laki yang bersetelan jas sedang turun dari mobil sport hitamnya . Alisnya
yang tebal serta bulu matanya yang lentik menaungi bola matanya yang indah
berwarna biru . benar-benar sebiru lautan yang dalam . Dan hidungnya yang
mancung serta bibirnya yang tipis sangat proposional dengan bentuk wajahnya
yang benar-benar bagus . Aku benar-benar merasa seperti melihat malaikat yang
baru keluar dari peraduannya . Hingga matanya tiba-tiba berserobok dengan
mataku dan membuatku hanyut kedalam matanya yang tenang dan dalam . Iapun
mengeluarkan seulas senyum dibibirnya . Ya tuhan . Cukup sudah . Tidak kuat
lagi rasanya kakiku menahan berat tubuhku yang langsug limbung ini saat menatap
senyum malaikatnya . Hingga tiba-tiba terdengar suara klakson mobil
dibelakangku . ternyata dari tadi aku telah menghalangi jalan di tempat parkir
itu dan sekarang sibuk meminta maaf pada sopir mobil yang mengklakson ku tadi .
Saat mataku melihat lagi kearah dimana ‘Malaikat’ tadi berdiri, ia sudah hilang
dari situ .
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“Nona Marry, Tuan
Relon ingin bertemu dengan anda sekarang dikantornya”
Begitulah kata
sekretarisku tadi . Tanpa membuang-buang banyak waktu, akupun langsung melesat
kedalam lift dan menekan lantai nomor 50. Lantai teratas kantor ini . Gugup
benar-benar telah menyerangku . Telapak tangan ku bahkan telah berkeringat .
Bukankah Tuan Relon baru diangkat menjadi CEO disini ?? Kenapa dia langsung
memanggilku ?? Berjuta pertanyaan berkecamuk dikepalaku hingga kudengar suara
‘Ting’ dan akupun sampai dilantai atas tepat didepan kantor CEO kami .
Sekretarisnya yang cantik langsung mempersilahkanku masuk . Akupun menarik
napas dalam-dalam lalu membuka pintu kantor yang sangat besar dan mewah itu
. Tatapanku langsung terpana saat
melihat isi dalam kantornya . Benar-benar sangat mewah dan Elegan . seumur-umur
bekerja disini, baru kali inilah aku masuk ke kantor CEO ku ini .
“Nona Merry .
Selamat datang . Dan silahkan duduk .”
Perintah suara
dingin dari seberang ruangan tempatku berdiri .
Mataku yang sedang
asik-asiknya menjelajah setiap detail ruangan tersebut langsung terfokus pada sesosok
makhluk indah didepanku itu . Bagaimana mungkin mataku tadi melewatkannya ?
Itukan ‘Malaikat’ yang kulihat di parkiran tadi ?? Wajahku pun memanas dan aku
pun tersadar dan langsung tergagap menjawab panggilannya .
“Y ya .Te ..
Terimakasih Tuan”
Lalu aku pun
memaksa kaki ku untuk berjalan mendekat ke arahnya .
Saat aku sudah
duduk didepannya, akupun langsung menanyakan maksudnya memanggilku kesini .
“Apakah Tuan ada
perlu dengan saya ?”
“Ya, tentu saja .
Kalau tidak, untuk apa aku memanggilmu kesini .”
Aku langsung
merasa seperti orang bodoh .
“Nona Marry Riania
. Maksudku memanggilmu kesini hanyalah ingin mengetahui sejauh mana
perkembangan pekerjaanmu saat ini saja . Kau tahu kan, aku baru saja menjadi
CEO disini . Jadi aku hanya ingin mengetahui bagaimana kepiawaian orang-orang
yang ku pimpin .” Ucapnya dengan seulas senyum .
Aku yang mendengarnya
hanya bisa melongo saja . Lalu setelah itu akupun mulai menjelaskan pekerjaanku
selama ini . Saat aku menjelaskan, ku lihat ia mendengarkanku dengan penuh
perhatian, dan kadang-kadang tersenyum menanggapi . Setelah selesai, Ia pun
tersenyum lagi dan berkata .
“Sejauh ini
pekerjaanmu bagus nona Marry . Baiklah, sepertinya sudah cukup . Kau boleh
pergi sekarang” Ucapnya sambil bangkit dan mengulurkan tangan .
Akupun spontan
bangkit berdiri juga dan langsung menjabat tangannya yang benar-benar besar
bagi tanganku yang kecil mungil . Jabatannya hangat dan tegas . Setelah itu
akupun keluar dari kantornya dan melanjutkan pekerjaanku yang tertunda tadi .
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Jam makan siangku
kupakai untuk bertemu dengan Danne . Dia bilang ada yang ingin dibicarakannya
tadi . dan telah menungguku di restoran favorit kami dekat kantor, jadi akupun
langsung kesana . Saat baru memasuki restoran, akupun mengedarkan pandangan ku
dan menemukan Danne yang duduk membelakangiku . Hari ini ia memakai gaun
terusan berwarna putih . Danne sangat menyukai warna putih . Dan ia selalu
kelihatan cantik . Aku pun tersenyum saat melihatnya dan bergegas
menghampirinya .
“Danne ! Lama
nungguin gue ??” Sapaku dengan sayang .
Danne yang
melihatku pun langsung tersenyum lembut dan manis .
“Marry, nggak juga
. Gue baru sampai kok”
“Oooo .. udah
pesan makanan belum ? Gue pesenin ya .” Kataku bersemangat .
Danne pun
mengangguk menyetujui perkataanku .
Setelah memesan
makanan, akupun langsung bertanya kepada Danne .
“Lo mau ngomongin
apa ?? Kayaknya penting banget ya .”
Sebelum menjawab,
Danne pun tersenyum dulu dengan wajah memerah . Kalau kuperhatikan, sepertinya
Danne sedang senang . Habis dari tadi senyum-senyum terus .
“Bentar dulu .. lo
sabar aja kenapa . minum dulu tuh minuman lo .Baru gue bilangin .”
“Iya deehh ..”
Saat aku sedang
menyedot minumanku itulah Danne tiba-tiba mengeluarkan bom atomnya .
“Gue udah tunangan
Marr”
Hampir saja aku tersedak dan hanya bisa
terdiam melihatnya .
“Ya ampuunn ..
yang bener dong minumnya Marr . Tumpah-tumpah nih !” Omel Danne tanpa menyadari
wajahku yang pucat pasi . Aku pun cepat-cepat bertanya .
“Sama siapa Dann
?? Lo kan nggak pernah dekat sama cowok ?!”
“Heheee .. tau tuh
papa . Lo tau kan papa sayang banget sama gue, karena dia lihat gue belum punya
pacar sampai sekarang, jadi dia malah jodohin aku sama ..”
Danne sengaja
menggantung kata-katanya . Sengaja membuatku makin penasaran.
Jantungku makin
deg-deng an menunggunya .
“Sama siapa Dann
?!” Tanyaku hampir histeris .
“Sama Relon Marry
… !!!! Itu lho, CEO kamu ituu .. !!!”
Hatiku langsung
mencelos mendengarnya . Benar-benar sangat mencelos .
“Ya Ampun ..
Kemarin keluarga gue makan malam sama keluarga dia . Lo tau nggak, gue hampir
pingsan tau nggak waktu pertama kali lihat Relon ! Sumpah ganteng banget !”
Ucap Danne menggebu-gebu tanpa memperhatikan wajahku yang sudah benar-benar
pucat pasi.
Kurasakan air mata
mulai menggenang dimataku . Sebelum Danne melihat air mataku, aku harus kabur
dulu . begitulah pikiran ku saat itu dan langsung memotong cerita Danne serta
lari ke toilet dan mengurung diri disana .
Hatiku benar-benar
hancur . pupus sudah harapanku untuk memilikinya . sesak yang kurasakan
benar-benar membuatku sulit bernafas . Tubuhku terasa tercabik-cabik dari dalam
. Tega . hanya itulah pikiran yang terlintas diotakku saat itu. Tega sekali
Danne melakukan itu padaku . Hingga tiba-tiba ku dengar suara Danne menggedor
pintu toilet, menanyakan apakah aku baik-baik saja . Aku tak mampu menjawab
lagi . Suara ku seperti hilang entah kemana . Lalu kudengar ia mengangkat
telepon dan berbicara dengan seseorang disana . Setelah itu ia memangilku lagi
dan berkata ia akan pergi karena dipanggil papanya. Sekali lagi aku hanya diam
membisu mendengar suara sepatunya yang semakin menjauh .
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah pertemuanku
dengan Danne yang mengerikan itu, aku langsung kembali ke kantor untuk
melanjutkan pekerjaanku . Walaupun aku tidak yakin apakah bisa berkonsentrasi
setelah mendengar berita yang benar-benar telah membuatku sesak nafas .
Hari-hari yang
kulalui benar-benar seperti berada dineraka sekarang . Semakin hari, luka yang
tertoreh dihatiku terasa semakin besar dan sakit . Benar-benar sakit hingga
kupikir takkan sanggup lagi menanggungnya . Relon dan Danne . Saat ini, dua
nama itu adalah nama terakhir didunia ini yang ingin kudengar .
Dimalam hari, yang
ku lakukan hanyalah menangis . Mengenang kenangan-kenangan yang kulalui bersama
Danne . Saat-saat dimana ku bisa menatap wajahnya yang tertawa bahagia .
Setiap panggilan
masuk dari Danne selalu ku reject . Sms nya tak pernah ku balas lagi . Saat ini
aku benar-benar tidak mau berhubungan dengannya . Kupikir sekarang hatiku belum
sanggup untuk melihat wajah rapuhnya lagi .
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini tepat
seminggu kami tidak berhubungan . Saat aku sedang menyibukkan diri dengan layar
komputer didepanku, Sekretarisku pun datang menghadap .
“Nona Marry, saya
lihat anda sekarang makin kurus . Apakah nona sedang ada masalah ?” Tanya
sekretarisku lembut .
Aku yang mendengar
pertanyaan nya hanya tersenyum saja .
“Benarkah ?
Mungkin aku sedang stress karena proyek baru kita ini . Apakah kau kesini hanya
untuk mengatakan itu saja Nina ?”
“Oh, tidak Nona .
Sebenarnya saya hanya ingin menyebutkan bahwa Tuan Relon meminta anda untuk
keruangannya sekarang. Saya permisi Nona”
Aku menjawabnya
dengan mengangguk saja . Alisku berkerut saat mendengar Relon memanggilku . Ada
apa lagi sekarang . Hatiku benar-benar enggan untuk menemui Relon saat ini .
Sakit hati yang kurasakan seminggu ini terasa makin menjadi saja sekarang .
Akhirnya, dengan langkah kaki yang kupaksakan, akupun berjalan ke lift dan
menuju kantornya .
Saat berada
didepan kantornya, kurasakan gugup mulai menyerangku lagi . tetapi kali mini
berbeda dari gugupku yang pertama . gugup ku sekarang disertai dengan patah
hati dan terluka yang sangat dalam . Ingin sekali tubuhku untuk berlari turun
dari sini, tetapi hatiku melarangnya .
Saat tangan ku
membuka pintu kantornya, serasa ada petir yang menghantam kepala ku .
Menghanguskan hatiku dan membuatku linglun. Sebelum akhirnya ku banting pintu
itu agar menutup kembali dan langsung berlari keluar dari lantai kantor Relon .
Tanpa kusadar air mata telah tumpah wajahku, saat mataku tadi melihat adegan
ciuman Relon dan Danne yang menghantamku seperti palu . Membuatku jatuh
terpuruk dilantai lift yang kosog ini . Sebelum pintu lift tertutup sepenuhnya,
kulihat wajah Relon dan Danne keluar mengejarku dan putus asa saat melihat
pintu lift yang telah tertutup .
Setelah sampai
dilantai dasar, kaki ku pun dengan cepat berlari menyusuri koridor dan keluar
menuju mobilku . Membuka pintu mobil, membantingnya, memasukkan kunci, dan
langsung ngebut pergi dari parkiran menuju bar tempatku sering minum saat
stress . Menghabiskan waktuku dengan minum tanpa memikirkan kejadian hari ini .
Hingga saat aku telah sampai ke apartemenku, kulihat dibawah pintuku terselip
dua buah surat . Surat undangan dan kartu permintaan maaf . Kututup pintu
apartemenku dan membaca kartu undangan itu . Saat ku balik surat itu, wajahku
langsung pucat . terlihat disitu foto Relon dan Danne yang berpelukan sambil
tersenyum . Dengan tangan gemetar, kuberanikan untuk membuka surat undangan
tersebut dan membaca isinya sampai habis . Undangan Pernikahan . Pernikahan
antara Relon dan Danne . Pernikahan yang kuharapkan tak pernah terjadi .
Tubuhku langsung lemas dan berusaha mencari tumpuan dengan bersandar dipintu . Mencoba
dengan sekuat tenaga untuk membuka kartu permintaan maaf itu .
---------------------------------------------------------------------------------------------------
To : Marry
From : Danne
Dear Marry,
Kuharap kau membaca suratku ini
sampai selesai . Maafkan lah sikap sahabatmu ini yang terlalu sibuk memikirkan
diri sendiri tanpa memperdulikan dirimu . Aku sama sekali tidak bermaksud
menyakiti hatimu. Bahkan, aku sama sekali tidak mengetahui apakah yang telah
membuatmu menjauh dariku belakangan ini . Kau tahu ? Aku rindu sekali kepadamu
. Aku sangat ingin melewati saat-saat membahagiakan ini bersamamu sahabatku .
Hanya satu permohonanku . Tolong kau maafkan lah diriku ini dan kumohon,
datanglah ke pernikahanku minggu depan . Kumohon ..
Sahabatmu,
Danne
---------------------------------------------------------------------------------------------------
1 Minggu kemudian
.
Tubuhku dibalut
gaun putih yang simpel tapi elegan . Dengan langkah yang kaku kaki ku memasuki
ruangan indah yang telah dirias sedemikian rupa itu . Merasa asing di tengah
orang-orang ramai yang tidak kukenal, akupun berjalan menuju sudut ruangan dan
menyendiri disitu . Hingga tiba-tiba telingaku tiba-tiba mendengar suara yang memanggil-manggil
nama ku . Saat wajahku menoleh, kulihat Nina, sekretarisku juga hadir disitu
dan memanggilku menyuruh mengikutinya . Saat aku mengikuti langkahnya, ternyata
Nina membawaku ke ruangan dalam . Mataku benar-benar terpaku kepada sosok
wanita cantik yang membelakangiku dan terlihat sedang bersiap-siap dan sibuk
membereskan letak gaunnya dibantu seorang perempuan lain . Perhatianku teralih
saat Relon memanggilku dan mengajak ke balkon .
“Selamat ya”
ucapku kaku memecah keheningan .
Kulihat ia tersenyum
dan ada senyum lega disana .
“Kupikir kau tak
akan datang .”
Sekarang giliranku
yang tersenyum . walaupun terlihat muram . Dia tidak tahu betapa malam tadi aku
sama sekali tidak tidur karena mempertimbangkan apakah aku akan hadir atau
tidak . Hingga akhirnya, subuh tadi akupun memutuskan untuk hadir ke acara
pernikahan Relon dan Danne ini .
“Yahh .. tidak
mungkin kan kau tidak datang ke acara pernikahan sahabatmu sendiri.” Jawabku
sambil menghembuskan nafas .
Hati ku makin
sakit saat melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manis Relon .
Cepat-cepat ku alihkan pandangan mataku .
“Kau tahu, Danne
sedih sekali saat kau menjauh darinya . Bahkan dia sempat berpikir bahwa kau
tidak akan datang . Pasti dia senang sekali mengetahui kau telah hadir disini
.”
Hatiku sekali lagi
seperti tertusuk saat melihat ekspresi wajah Relon ketika ia menyebutkan nama
Danne . Ia menyebutkannya dengan lembut dan dengan wajah yang penuh kasih
sayang .
Aku hanya bisa
menyeringai saja melihatnya .
“Yah .. yang
penting sekarang aku sudah hadir kan . Ngomong-ngomong, aneh sekali memanggilmu
dengan panggilan Kau . Bukan Tuan .” Jawabku mencoba mengalihkan topik .
“Benarkah ? Kau
pasti akan cepat terbiasa .” Jawabnya sambil tertawa senang .
Aku pun ikut
tertawa mendengarnya . Dan kami berdua pun tertawa bersama di balkon itu .
Seperti yang telah
kami duga sebelumnya, Danne benar-benar terlihat sangat senang saat melihat
kehadiranku . Bahkan kami berdua sempat berpelukan dan menangis bersama . Hal
ini membuat Sang Pengantin Wanita pun harus dibereskan lagi riasannya . Aku
yang melihatnya tertawa bahagia pun hanya bisa tersenyum dan berharap semoga
dengan berjalannya waktu, aku bisa melupakan nya . Bagiku, melihat Danne
tertawa bahagia saja telah membuatku benar-benar senang . Mungkin, sekarang lah
saatnya aku melupakan dirimu .
Salahkah bila
diriku mencintai dirimu
Danne ?
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Poem For Danne
Salahkah bila ku mengingat
dirimu ?
Mengingat lagi masa-masa dimana
kau tersenyum padaku
Mengingat lagi masa-masa dimana
kau tertawa bersamaku
Mengingat lagi masa-masa dimana
kau menyapaku
Memanggil nama ku dengan
senyummu
Kini diriku sendiri
Tanpa suaramu
Tanpa Tawamu
Tanpa senyummu
Kau pergi meninggalkanku
dibelakangmu
Meninggalkanku sendiri dengan
hati yang terluka
Meninggalkanku sendiri disudut
malam
Hingga ku tahu hanya
kegelapanlah yang tersisa disisiku
Salahkah Aku ?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerpen By Mika Chan
